082148408946
smanegeri8banjarmasin@gmail.com
Jl. SMAN 8 RT 23 RW 02 No. 26 Alalak Tengah, Kota Banjarmasin
blog-img
07/03/2025

Ceramah Agama oleh Peserta Didik pada Kegiatan Pesantren Ramadhan 1446 H

Admin Web | Keagamaan

Pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan hari kedua, Jum’at (07/03), dihadiri oleh peserta didik kelas X dan XI SMA Negeri 8 Banjarmasin. Dimulai dengan sholat dhuha bersama yang dilaksanakan pada pukul 7.30 WITA kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama.

Pada hari kedua ini sesi ceramah agama diisi oleh perwakilan peserta didik yang memaparkan materi ceramah yang telah dipersiapkannya.

Ceramah yang pertama disampaikan oleh AHMAD FAHREZI (XI-5) dengan tema puasa. Dalam ceramahnya ia menyebutkan, dalam surah Al Baqarah ayat 183 Allah berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” QS Al-Baqarah (183).

Pengertian puasa adalah menahan dari segala hawa nafsu yang membatalkan. Adapun syarat wajib puasa diantaranya yaitu :

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Kuat menahan puasa (anak kecil, wanita hamil, lansia)

Selain syarat wajib puasa, terdapat syarat sah puasa yang harus kita ketahui diantaranya :

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Suci dari haid atau nifas

Dalam menjalankan ibadah puasa, terdapat hal-hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain:

  1. Haid
  2. Hilang akal
  3. Murtad
  4. Muntah dengan sengaja
  5. Bersetubuh. Apabila orang yang berpuasa bersetubuh di siang hari maka dianggap melakukan dosa besar sehingga harus membayar kifarat. Kifarat dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu memerdekakan budak, melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada enam puluh orang miskin.
  6. Keluar mani
  7. Memasukkan benda ke dalam tubuh

Adapun hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa yaitu

  1. Berbohong.
  2. Bergunjing/ghibah.
  3. Na’mimah (mengadu domba)
  4. Ya’minul kadir (bersumpah dengan dusta)
  5. Melihat sesuatu dengan syahwat

Berperilaku jujur merupakan hal yang sangat terpuji, seperti kisah yang diriwayatkan oleh Abu Hanifah tentang Tsabit bin Ibrahim. Seorang pemuda sholeh yang tidak sengaja memakan buah apel. sadar bahwa apel yang dimakannya bukan miliknya, ia pun bertekad untuk mencari pemilik kebun tersebut. Menempuh perjalanan yang jauh, Tsabit tetap mendatangi rumah sang pemilik kebun karena telah memakan buah apel yang tidak halal.

Setelah ia akhirnya bertemu dengan sang pemilik ia berkata “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur memakan setengah dari buah apel mu yang jatuh ke luar kebun. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah saya makan itu?”

Sang pemilik bersikeras tidak akan memaafkannya kecuali Tsabit mau memenuhi satu syarat yaitu menikahi putrinya yang buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Tsabit pun bersedia menerima syarat tersebut demi memperoleh ridho sang pemilik kebun atas buah apel yang telah dimakannya. Namun begitu akhirnya ia menemui putri Sang Pemilik, ia terkejut melihat sang putri yang telah menjadi istrinya tidak seperti yang dijelaskan oleh ayahnya. Sang istri pun berkata

“Aku buta karena mataku tidak pernah melihat apa yang diharamkan Allah. Aku tuli karena telingaku tidak pernah mendengar apa yang tidak diridhai Allah. Aku bisu karena mulutku tidak pernah mengucapkan hal-hal yang dilarang Allah. Aku lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang dimurkai Allah”

Betapa bahagianya tsabit mengetahui orang yang menjadi istrinya seorang perempuan yang sholeha dan terpelihara dirinya.

Dari kisah tersebut dapat kita simpulkan bahwa berperilaku jujur merupakan hal yang sangat terpuji dan dapat membawa keberkahan dan hikmah yang luar biasa.

Ceramah kedua disampaikan oleh PUTRI AZZAHRA (X-6) mengenai pengorbanan orang tua kepada anaknya. Orang tua digolongkan menjadi tiga yaitu orang tua kandung, orang yang telah melahirkan kita. Guru, orang yang memberikan ilmu kepada kita. dan orang tua yang menikahkan kita dengan anaknya atau disebut mertua.

Seorang anak wajib berbakti kepada orang tuanya karena ridho orang tua sama dengan ridho Allah. Hendaklah seorang anak bersyukur atas orang tuanya yang telah berjuang dan berkorban untuk anaknya sejak dalam kandungan hingga membesarkannya.

Perjuangan seorang ayah untuk anaknya yaitu menafkahinya, menyediakan rumah yang nyaman untuknya, dan memfasilitasi segala keperluan anaknya. adapun perjuangan seorang ibu kepada anaknya yaitu mengandung selama sembilan bulan, melahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, hingga membesarkannya.

Maka dari itu kewajiban anak adalah berbakti kepada orang tuanya sejak ia dilahirkan hingga orang tuanya meninggal.

Perjuangan orang tua kepada anaknya merupakan hal yang tidak terbalaskan. Satu titik air mata orang tua tidak akan bisa dibalas sekalipun dengan nyawa seorang anak. Sehingga hendaklah seorang anak memuliakan dan menjaga hati orang tuanya.

Orang tua yang kedua yaitu guru, orang yang dengan rela dan ikhlas mengajarkan ilmu. Maka berbakti dan berakhlak baik lah kepada guru.

Beberapa cara memuliakan orang tua diantaranya yaitu mendengarkan ketika orang tua sedang menasehati, tidak menjawab/membalas perkataannya. Membantu meringankan pekerjaannya.

Adapun cara memuliakan guru yaitu mendahulukan guru apabila berselisih saat berjalan. memperhatikan dan tidak berbicara ketika guru sedang memberikan pelajaran. dan tidak berprasangka buruk terhadap guru.

Selagi kita memiliki kesempatan untuk bisa berbakti kepada orang tua kita, maka muliakanlah mereka sebelum mereka meninggalkan kita.

Materi ceramah yang ketiga dibawakan oleh AHMAD BADALI (XI-3) mengenai karakteristik Rasulullah SAW dalam buku Syamail Muhammadiyah. Dalam buku tersebut, disebutkan mengenai karakteristik fisik rasulullah SAW diantaranya :

  1. Memiliki postur yang tidak terlalu tinggi maupun tidak terlalu pendek
  2. Dada yang bidang dan tidak bungkuk, berwibawa
  3. Memiliki kulit yang sangat cerah. Seorang sahabat pernah melihat beliau dan membandingkannya dengan bulan purnama, Rasulullah SAW jauh lebih indah
  4. Memiliki rambut yang tidak lurus dan tidak ikal dengan panjang dibawah telinga atau diatas bahu
  5. Rasulullah sangat suka memakai Al Hibarah, pakaian yang terbuat dari katun dari kota yaman
  6. Cara berjalan Rasulullah SAW seperti orang yang menuruni gunung, berjalan cepat
  7. Rasulullah saw makan menggunakan tiga jari, jari jempol telunjuk dan jari tengah. Serta menjilati sisa makanan di jari.

Dijelaskan pula akhlak rasulullah SAW, diantaranya yaitu rasulullah tidak pernah berkata keji, tidak meninggikan suara, tidak main tangan atau memukul.

Ada seorang pengemis buta merasa jijik dan muak bila mendengar orang menyebut nama Muhammad ia menuduh Nabi Muhammad sebagai tukang sihir dan pembohong besar

Rasulullah SAW sama sekali tak membenci dan dendam kepadanya. Rasulullah SAW juga rela meluangkan waktu setiap pagi untuk menyuapkan makanan kepada pengemis buta tersebut. Hal itu terus dilakukan rasulullah walaupun sang pengemis tidak tahu bahwa yang menyuapinya makanan setiap hari ialah Nabi Muhammad. Setelah Rasulullah SAW tidak ada lagi orang yang menyuapinya. Kemudian Abu Bakar mendatangi pengemis tersebut untuk menggantikan yang biasa dilakukan Rasulullah SAW. Ia pun mengabarkan berita wafatnya Rasulullah SAW dan memberitahu pengemis itu bahwa orang yang selama ini menyuapinya setiap hari adalah Nabi Muhammad SAW. Sang pengemis pun sedih dan menangis mengetahui orang yang berbaik hati kepadanya adalah orang yang selalu di caci makinya. ia pun bersyahadat dan berislam.

Dari kisah tersebut dapat kita pelajari bahwa untuk terus berbuat baik dan ramah dan tidak menyimpan dendam sedikitpun bahkan kepada orang yang membenci kita.

Ceramah agama yang keempat dibawakan oleh ZAHRATUN NISA (X-9) mengenai kewajiban seorang muslimah menggunakan hijab. Seorang perempuan musalim wajib menutup auratnya dengan sempurna. Ada yang disebut dengan berpakaian tetapi telanjang, maksudnya yaitu memakai pakaian menampakkan bentuk tubuh seperti pakaian yang menerawang atau ketat.

Berhijab tidak perlu menunggu sampai seseorang siap, karena menutup aurat merupakan keharusan bagi seorang muslimah. Sebagaimana yang tercantum pada surah al ahzab ayat 59.

“Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Bagikan ke:

Populer