05116741164
smanegeri8banjarmasin@gmail.com
Jl. SMAN 8 RT 23 RW 02 No. 26 Alalak Tengah, Kota Banjarmasin
blog-img
24/04/2026

Jumat Literasi: Membedah Makna Kehidupan Melalui Tiga Perspektif Buku

Admin Web | Pendidikan

Gerakan literasi di SMA Negeri 8 Banjarmasin kembali menunjukkan eksistensinya. Pada Jumat (24/04/2026), kegiatan Jumat Literasi menghadirkan suasana yang penuh inspirasi dengan menampilkan tiga narasumber dari kelas XI. Ketiga siswa tersebut memaparkan hasil literasi buku yang berbeda, mulai dari drama keluarga, petualangan fantasi, hingga pemikiran filsafat yang mendalam.

Berikut adalah ulasan dari ketiga narasumber hebat SMAPAN:

1. Pentingnya Kasih Sayang Orang Tua Tanpa Membedakan

Narasumber: Nabilla Fitria (XI-2)

Judul Buku: "Ian Bukan Anak Tengah"

Nabilla memaparkan sebuah kisah keluarga yang menyentuh tentang seorang anak bernama Ian. Dalam novel ini, Ian tumbuh sebagai anak yang merasa kehadirannya tidak diinginkan akibat kesulitan ekonomi keluarga, bahkan sempat dicap sebagai "pembawa sial". Kondisinya kontras dengan sang adik, Uan, yang dianggap pembawa keberuntungan dan sangat disayang orang tua.

Namun, kepergian Uan akibat kecelakaan menyadarkan orang tua Ian untuk mulai memberikan kasih sayang. Ujian tak berhenti di situ; Ian harus kehilangan Danang, kakak yang selalu menyayanginya, dalam kecelakaan kereta. Di tengah kedukaan yang mendalam, lahirnya adik baru bernama Afis menjadi titik balik bagi keluarga tersebut. Melalui buku ini, Nabilla menyampaikan pesan moral yang sangat kuat bagi semua:

"Semua anak adalah istimewa dan merupakan anugerah. Jangan pernah membeda-bedakan anak, karena setiap dari mereka membawa warna dan kebahagiaan tersendiri bagi orang tua."

2. Ketika Fiksi Menjadi Realita yang Menegangkan

Narasumber: Asmirya Nur Sahara (XI-3)

Judul Buku: "Omniscient Reader’s Viewpoint" karya Sing Shong

Asmirya membawa audiens masuk ke dunia fantasi melalui novel populer Korea. Kisahnya berpusat pada Kim Dokja, seorang pemuda kesepian yang hobi membaca web novel "Tiga Cara untuk Bertahan Hidup di Dunia yang Hancur". Keadaan berubah drastis saat ia menyelesaikan bab terakhir buku tersebut di sebuah kereta, dan seketika makhluk mistis bernama Dokkaebi muncul—menandakan bahwa dunia fiksi tersebut kini menjadi kenyataan.

Sebagai satu-satunya orang yang mengetahui akhir dari cerita tersebut, Dokja harus berjuang menyelamatkan karakter-karakter di dalamnya dan menghadapi berbagai skenario berbahaya. Asmirya berhasil menggambarkan bagaimana literasi dapat membawa kita berimajinasi melampaui batas dan melihat dunia dari perspektif yang berbeda.

3. Kritik Sosial dan Dilema Moral dalam Filsafat

Narasumber: M. Adittya (XI-8)

Judul Buku: "The Stranger" karya Albert Camus

Adittya memberikan warna berbeda dengan membedah karya filsuf terkemuka, Albert Camus. Ia menceritakan tokoh Meursault, seorang pria yang tampak dingin dan apatis, bahkan saat ibunya meninggal dunia. Puncak konflik terjadi ketika Meursault melakukan pembunuhan akibat paparan panas matahari yang ekstrem dan situasi yang membingungkan.

Dalam proses peradilan, Meursault justru lebih banyak dihujat karena ketidakmampuannya menunjukkan kesedihan saat ibunya meninggal, daripada tindakan pembunuhannya itu sendiri. Menjelang hukuman mati, ia tetap teguh pada pendiriannya termasuk mengenai keyakinan. Dari buku ini, Adittya mengambil intisari yang sangat tajam bagi masyarakat saat ini:

"Seringkali masyarakat kita lebih sibuk menilai perbedaan cara seseorang berekspresi atau bersikap, daripada melihat nilai moral atau substansi masalah yang sebenarnya."


Kegiatan Jumat Literasi ini tidak hanya menjadi wadah berbagi informasi, tetapi juga melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan publik dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Semoga semangat Nabilla, Asmirya, dan Adittya dapat menular ke seluruh warga SMA Negeri 8 Banjarmasin.

SMAPAN BerAKSI

Berakhlak, Cerdas, Peduli

Bagikan ke:

Populer