082148408946
smanegeri8banjarmasin@gmail.com
Jl. SMAN 8 RT 23 RW 02 No. 26 Alalak Tengah, Kota Banjarmasin
blog-img
06/03/2025

Pesantren Ramadhan 1446 H : Fiqih Sholat dan Akhlak Kepada Orang Tua

Admin Web | Keagamaan

Dalam rangka pembelajaran di bulan ramadhan, SMA Negeri 8 Banjarmasin mengadakan rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan untuk seluruh peserta didik dimulai pada tanggal 6 s.d. 11 Maret 2025.

Pada hari pertama, Kamis (06/03) kegiatan dihadiri oleh peserta didik kelas X. Dimulai pada pukul 7.45 WITA dengan shalat dhuha berjamaah oleh seluruh peserta didik dan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama ceramah agama mengenai fiqih shalat yang dipaparkan oleh Ustadz Ahmad Riyadi.

Dalam ceramahnya, beliau menyebutkan shalat secara bahasa yaitu Ad-Du’a yang artinya permohonan atau do’a, yang mana berkaitan dengan isi dari kegiatan sholat secara umum merupakan do’a-do’a. Adapun secara istilah, shalat merupakan perbuatan atau perkataan yang diawali takbir dan diakhiri salam.

Syarat wajib shalat terdiri dari empat perkara, diantaranya :

  1. Syahadat/berislam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Suci dari hadas

Adapun syarat sah shalat yaitu :

  1. Suci dari hadas

Terdapat empat jenis air yang digunakan untuk mensucikan diri diantaranya :

a. Air suci yang mensucikan (air mutlak)

b. Air suci yang mensucikan tetapi makruh, contohnya bersuci dengan air yang terlalu panas atau dingin.

c. Air mutaghayyir, air yang berubah dengan yang suci atau air yang berubah dengan yang tidak suci.

d. Air musta'mal, air sedikit yang sudah digunakan untuk bersuci dari hadas.

2. Suci dari najis

3. Menutup aurat

4. Menghadap kiblat

5. Masuk waktu shalat

6. Mengetahui rukun shalat

7. Tidak dalam keraguan/was-was

8. Menjauhi sehala yang membatalkan

Materi ceramah kedua mengenai akhlak yang disampaikan oleh Ustadz H. Fadholi. Dalam ceramahnya beliau menyebutkan betapa pentingnya akhlak dalam kehidupan kita terutama akhlak terhadap orang tua.

Salah satu adab berakhlak terhadap orang tua yaitu ketika orang tua datang ke rumah, hendaklah seorang anak mendatangi dan menyambutnya serta membantu membawa barang bawaannya.

Hendaklah seorang anak berbakti kepada orang tuanya, karena doa orang tua mampu mengalahkan doa para wali. Apabila seorang perempuan meninggal dunia pada saat ia melahirkan, maka dibukakan baginya delapan pintu surga oleh Allah, maka dari itu hendaklah seorang anak berbakti kepada ibunya.

Terdapat kisah salah satu sahabat Nabi SAW yang durhaka kepada orang tua yaitu Alqamah bin Qais. Dia dikenal sebagai orang yang paling rajin beribadah, namun dibalik citra baiknya tersebut terdapat satu kekurangan besar yaitu kurangnya perhatian dan penghormatan kepada ibunya.

Diriwayatkan bahwa suatu hari Alqamah jatuh sakit parah, para sahabat berusaha membantunya mengucapkan syahadat namun Alqamah tidak bisa mengucapkan syahadat. mengetahui hal tersebut Nabi SAW memerintahkan mereka untuk membawa ibu Alqamah. Ketika bertemu dengan Nabi SAW, ibu Alqamah mengakui bahwa anaknya itu sering mengabaikannya dan memperlakukannya dengan buruk. Nabi SAW kemudian memberitahunya bahwa pengampunan sang ibu terhadap Alqamah sangat penting agar ia dapat mengucapkan syahadat.

Sang ibu enggan untuk memaafkannya dan Nabi SAW pun memutuskan akan membakar Alqamah hidup-hidup, melihat keputusan tersebut sang ibu pun bersedia untuk memaafkan anaknya. Setelah ia memaafkannya, Alqamah pun akhirnya bisa dengan mudah mengucapkan syahadat sebelum wafat dan berpulang dalam pelukan ibunya.

Kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita agar senantiasa selalu berbakti kepada orang tua. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang memuliakan orang tua terutama ibu.

Bagikan ke:

Populer